Karding: Resolusi Jihad Harus Masuk Kurikulum
INILAH.COM, Kendal - Resolusi jihad diharapkan masuk dalam kurikulum. Sebab, resolusi ini adalah sejarah perjuangan Kiyai dalam membangun bangsa Indonesia.
Perjalanan Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) tiba di Kabupaten Kendal, Selasa (22/11). Saat ini rombongan menuju Kabupaten Batang, dan Pekalongan, dan berencana bermalam di Kabupaten Tegal.
Serah terima kirab dilakukan di Alun-alun Kaliwungu. Bendera kirab diterima Ketua PC NU Kabupaten Kendal Ali Chasan, dan Koordinator daerah kirab resolusi jihad Kabupaten Kendal, Benny Karnadi. Tampak hadir dalam serah terima bendera , korda kirab daerah Jawa Tengah, Abdul Kadir Karding, yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Jateng. "Hari ini sudah setengah perjalanan, saat ini akan melanjutkan menuju Kabupaten Batang," ujar Karding.
Kirab Resolusi Jihad, kata Kadir, dimulai tanggal 20 November kemarin dari Surabaya dan berakir di Jakarta pada tanggal 25 November. Kabupaten kota yang dilalui semuanya ada 22. Tigabelas di antaranya, kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.
“Tahun ini adalah yang pertama. Untuk tahun depan, kami akan melalui daerah atas, tidak hanya pantura,” jelasnya.
Kirab Resolusi Jihad, jelas Kadir, merupakan pemberitahuan kepada masyarakat bahwa peran para Kyai dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan 1945 sangat penting. Namun, rupanya perjuangan para kiai, santri dan ulama tersebut kurang mendapat perhatian. Terbukti, sampai saat ini belum dimasukkan dalam sejarah. Untuk itu, pihaknya meminta supaya Resolusi Jihad dimasukkan dalam kurikulum pelajaran.
“Harus ada dalam kurikulum. Sehingga diketahui oleh generasi muda,” tambahnya.
Kirab Resolusi Jihad yang juga didukung Jam'iyah Ahli Thariqat Mu'tabarah An-Nahdliyah, PP Fatayat NU, PP Saburmusi, PP IPNI, PP IPPNU, LPSNU Pagar Nusa dari Surabaya ke Jakarta, yang menempuh perjalanan selama lima hari, melintasi daerah kabupaten dan kota mulai dari, Surabaya-Gesik-Lamongan-Tuban-Rembang-Pati-Kudus-Demak-Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Cirebon-Indramayu-Subang-Karawang-Bekasi-Jakarta Timur-Tugu Proklamasi-Kantor PBNU di Jakarta Pusat dan akan diserahkan kepada Presiden RI
"Resolusi Jihad NU semangatnya tetap menjaga keutuhan Kebhinekaan dan NKRI, maka di setiap kota yang disinggahi selalu memampilkan kearifan lokal yang menunjukkan identitas bangsa Indonesia, jadi bukan jihad yang hanya dimaknai sempit oleh kelompok kecil masyarakat selama ini," jelas Karding. [gus]
Perjalanan Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) tiba di Kabupaten Kendal, Selasa (22/11). Saat ini rombongan menuju Kabupaten Batang, dan Pekalongan, dan berencana bermalam di Kabupaten Tegal.
Serah terima kirab dilakukan di Alun-alun Kaliwungu. Bendera kirab diterima Ketua PC NU Kabupaten Kendal Ali Chasan, dan Koordinator daerah kirab resolusi jihad Kabupaten Kendal, Benny Karnadi. Tampak hadir dalam serah terima bendera , korda kirab daerah Jawa Tengah, Abdul Kadir Karding, yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Jateng. "Hari ini sudah setengah perjalanan, saat ini akan melanjutkan menuju Kabupaten Batang," ujar Karding.
Kirab Resolusi Jihad, kata Kadir, dimulai tanggal 20 November kemarin dari Surabaya dan berakir di Jakarta pada tanggal 25 November. Kabupaten kota yang dilalui semuanya ada 22. Tigabelas di antaranya, kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.
“Tahun ini adalah yang pertama. Untuk tahun depan, kami akan melalui daerah atas, tidak hanya pantura,” jelasnya.
Kirab Resolusi Jihad, jelas Kadir, merupakan pemberitahuan kepada masyarakat bahwa peran para Kyai dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan 1945 sangat penting. Namun, rupanya perjuangan para kiai, santri dan ulama tersebut kurang mendapat perhatian. Terbukti, sampai saat ini belum dimasukkan dalam sejarah. Untuk itu, pihaknya meminta supaya Resolusi Jihad dimasukkan dalam kurikulum pelajaran.
“Harus ada dalam kurikulum. Sehingga diketahui oleh generasi muda,” tambahnya.
Kirab Resolusi Jihad yang juga didukung Jam'iyah Ahli Thariqat Mu'tabarah An-Nahdliyah, PP Fatayat NU, PP Saburmusi, PP IPNI, PP IPPNU, LPSNU Pagar Nusa dari Surabaya ke Jakarta, yang menempuh perjalanan selama lima hari, melintasi daerah kabupaten dan kota mulai dari, Surabaya-Gesik-Lamongan-Tuban-Rembang-Pati-Kudus-Demak-Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Cirebon-Indramayu-Subang-Karawang-Bekasi-Jakarta Timur-Tugu Proklamasi-Kantor PBNU di Jakarta Pusat dan akan diserahkan kepada Presiden RI
"Resolusi Jihad NU semangatnya tetap menjaga keutuhan Kebhinekaan dan NKRI, maka di setiap kota yang disinggahi selalu memampilkan kearifan lokal yang menunjukkan identitas bangsa Indonesia, jadi bukan jihad yang hanya dimaknai sempit oleh kelompok kecil masyarakat selama ini," jelas Karding. [gus]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar